Bahaya Induksi Persalinan untuk Ibu dan Bayi

Persalinan normal umumnya terjadi tidak jauh dari tanggal perkiraan dokter atau bidan. Jika 2 minggu lebih dari tanggal tersebut belum menunjukkan tanda-tanda melahirkan, biasanya prosedur yang akan dilakukan dokter adalah induksi persalinan. Penting untuk mengetahui bahaya induksi persalinan seperti berikut.

Induksi persalinan memiliki risiko yaitu dapat menyebabkan masalah kesehatan pada bayi. Obat yang masuk ke tubuh akan memicu peningkatan detak jantung bayi. Hal ini tentu menjadi salah satu penyebab bayi baru lahir mengalami masalah kelainan jantung dan dapat menyebabkan kematian bayi setelah lahir.

Efek samping lainnya dari induksi persalinan adalah persalinan normal yang sulit. Pemberian obat induksi akan membuat ibu merasa sakit yang dapat menyita tenaga sebelum persalinan. Selain itu, obat yang masuk ke tubuh ibu memaksa bayi masuk ke ruang panggul yang membuat persalinan normal akan sulit.

Induksi dapat membuat ibu sulit untuk melakukan persalinan normal dengan kata lain induksi meningkatkan risiko melahirkan secara caesar. Ibu hamil akan mengalami kontraksi hebat dan memicu pecahnya air ketuban dengan cepat. Saat tidak mungkin untuk persalinan normal, maka harus operasi caesar.

Selain meningkatkan risiko persalinan secara caesar, induksi persalinan juga meningkatkan risiko persalinan forceps. Efek obat induksi adalah rasa sakit hebat. Saat bayi siap lahir dan ibu harus mengejan, biasanya ibu sudah kehabisan tenaga sehingga persalinan perlu dibantu forceps dan juga vacum.

Bahaya induksi persalinan yang perlu diwaspadai adalah munculnya pendarahan pada ibu yang berlangsung cukup lama. Pada persalinan normal, pendarahan pada ibu akan berhenti seiring berjalannya waktu. Namun induksi persalinan dapat membuat ibu mengalami pendarahan lebih panjang dari pada umumnya.

Induksi persalinan juga dapat menyebabkan ibu mengalami robek pada bagian rahim. Hal tersebut bisa terjadi pada ibu yang melakukan induksi persalinan karena kontraksi berlebihan yang dialaminya. Jika rahim mengalami robek, maka peru disembuhkan atau dijahit.

Itulah beberapa bahaya induksi persalinan yang harus diperhatikan. Pengalaman menahan kontraksi dan rasa sakit karena obat induksi bahkan bisa membuat ibu mengalami trauma persalinan. Oleh sebab itu, prosedur induksi persalinan dilakukan dengan cermat.